Aku yakin masih ada cinta di antara kita yang sama besar,
coba kita resapi resah hati saat pertama kali memulai.
Kita pernah menangis seperti bayi yang berebut tetek ibunya,
menggeliat dalam pelukan Sang Hidup yang membuat sedikit senyum saat mengenang.
Aku juga ingat dulu, saat kita dalam keadaan saling menatap, dengan jantung yang
berdetak keras dan dagu yang tertunduk. Semua diam, sampai saat ada mulut yang
merekah, hingga banjirlah kelopak yang tak sanggup lagi menahan.
Kalian masih saja menari-nari dalam pikirkanku, memainkan
setiap sudut menjadi kata. Membuatku hanyut dalam fatamorgana. Karna saat ini
tak kutemukan lagi geliat kita, yang pernah membuat kita seperti semut bodoh
yang terjebak dalam labirinnya sendiri.
Segerombolan serigala yang lupa akan sarangnya mungkin
sedikit mirip dengan kita, kita menjadi seorang diri yang merangkak dalam
waktu. Aku tidak bisa menyepuh waktu menjadi selalu indah, terlalu banyak zat
yang membuat kita berkarat. Tetapi apa kita mau menyerah pada takdir, meminta Tuhan
untuk memutar balik detik ??