Tampilkan postingan dengan label Teater Tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teater Tangga. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 April 2015
Liburan Seniman Sudah Berakhir
"Liburan Seniman sudah berakhir" kata itu rasanya belum terlalu tepat menurutku. Karena memang mungkin untuk pemantasaan saat ini sudah berakhir, namun akan masih ada pementasan selanjutnya.
Dalam perjalanan pementasan ini sangat banyak rintangan yang hadir, mulai dari konflik individu hingga yang bersifat general. Aku sebagai sutradara disini merasa cukup senang walaupun belum puas dengan hasil pertamaku ini. Dalam prosesnya aku mencoba untuk belajar. Semua elemen dalam pementasan ini pada dasarnya adalah mencoba, karena sebagian besar dari mereka belum pernah menangani bidangnya dalam pementasan ini. Tujuan awal dari pentas ini adalah study pentas yang mengedapankan proses belajar. Namun dalam perjalanannya berubah menjadi pentas karena melihat semangat dan keinginan kawan secita-cita yang cukup besar. Tentu ini belum bisa dikatakan hal yang bagus untuk sebuah pentas. Tapi aku bersyukur disini proses belajar kawan-kawan dan aku sendiri sudah cukup banyak. Setelah ini kami Insyaallah akan siap untuk proses selajutnya. Proses pentas di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Bagaimana proses ke TIM? mohon doa dan dukungan dari semua pihak yang dapat membantu, semoga proses kali ini dapat berjalan dengan maksimal.\
Terimakasih dan Selamat Ngopi (read: Pagi)!
Jumat, 09 Januari 2015
Sekilas Liburan Seniman
Apa yang terlintas di kepala kita ketika mendengar dua kosa kata tersebut; Liburan dan Seniman. Pada dasarnya kata Liburan identik dengan sesuatu yang menyenangkan, bermain-main, rekreasi, dll. kemudian kata Seniman yang identik dengan seseorang yang bergelut di dunia kesenian, dengan gaya compang-camping, kusuh, kumuh, dll. Hal-hal itulah yang akan terlintas pada pikiran kita ketika mendengar dua hal tersebut.
Lalu bagaimana jika dua suku kata tersebut digabungkan menjadi kata kerja? Ya, pasti timbul bagaimana sosok seniman jika berlibur.
Liburan Seniman merupakan salah satu naskah karya Usmar Ismail (1921-1971) yang diterbitkan pada tahun 1944 oleh Balai Pustaka. Usmar Ismail merupakan salah satu tokoh dunia sandiwara yang sampai saat ini dikenal sebagai bapak perfilman Indonesia. Dalam naskah ini beliau mencoba menceritakan bagaimana perkembangan kesenian pada saat pendudukan Jepang di Indonesia yang sangat pesat. Bahkan bisa dikatakan jika perkembangan kesenian yang begitu drastis saat itu belum pernah terjadi lagi hingga saat ini.
Lalu bagaimana jika dua suku kata tersebut digabungkan menjadi kata kerja? Ya, pasti timbul bagaimana sosok seniman jika berlibur.
Liburan Seniman merupakan salah satu naskah karya Usmar Ismail (1921-1971) yang diterbitkan pada tahun 1944 oleh Balai Pustaka. Usmar Ismail merupakan salah satu tokoh dunia sandiwara yang sampai saat ini dikenal sebagai bapak perfilman Indonesia. Dalam naskah ini beliau mencoba menceritakan bagaimana perkembangan kesenian pada saat pendudukan Jepang di Indonesia yang sangat pesat. Bahkan bisa dikatakan jika perkembangan kesenian yang begitu drastis saat itu belum pernah terjadi lagi hingga saat ini.
Selasa, 08 April 2014
6. Diskusi Tim
Diskusi tim dilaksanakan dengan
tujuan mencari isi pesan dari naskah dan menyamakan prespektif dari
masing-masing kepala sehingga mempunyai tujuan yang sama walaupun denga bentuk
yang berbeda-beda namun tetap dengan penyelarasan yang dilakukan sutradara.
Pertama kami melakukan reading,
yaitu membaca naskah besama-sama, proses ini diikuti oleh semua tim. Pada
reading pertama kami mencari kalimat-kalimat yang kami anggap sulit untuk
mempermudah pemahaman selanjutnya.
5. Pembentukan Tim (Bagian Kedua)
Setelah penentuan aktor kami
membentuk tim yang akan melaksanakan proses pentas besar ini. Proses pembentukan
tim sendiri awalnya berasal dari pemikiran Stage Manager melihat dari kebutuhan
sutradara dan kecenderungan anggota dari proses-proses sebelumnya, yang
kemudian dishare ke seluruh anggota untuk menyesuaikan jika ada yang tidak suka
atau kurang setuju. Namun baiknya tidak
banyak dari anggota yang tidak sesuai dengan rancangan yang dibuat Stage
Manager sehingga diskusi berjalan dengan lancar.
4. Proses Audisi
Sebelum menuju proses audisi ini
kami konsultasikan bagaimana proses ini akan dilaksakan kepada keluarga besar
Teater Tangga sekalian meminta restu dari seluruh keluarga, tahap ini
dilaksanakan saat presentasi workshop dari anggota baru. Cukup banyak masukan
yang kami dapatkan.
Dalam proses audisi yang kami
laksanakan menggunakan tiga aspek dalam penentuan aktor yaitu Fisik, psikis dan
kemampuan. Audisi ini terbuka bagi seluruh anggota Teter Tangga. Fisik yaitu
dengan lari, push up dan sit up, psikis dengan interview dan kemampuan dengan
pemahaman terhadap artikel yang kami
3. Pembentukan Tim (bagian pertama)
Hal yang kami sadari untuk proses
selanjutnya adalah pembentukan tim, namun kesulitan yang kami alami adalah
banyak dari anggota yang mengingikan untuk menjadi aktor dalam proses ini
sedangkan jumlah sumber daya yang kami miliki sangat terbatas. Akhirnya kami
memutuskan untuk membentuk 3 tim inti dahulu yaitu Pimpinan Produksi oleh Nur
Faidah Andriyani, Stage Manager oleh Muhammad Dynta dan Sutradara oleh Muhammad
Yudha.
2. Proses pemililihan naskah
Karena begitu rumitnya proses
seleksi dengan argumen kuat yang dimiliki anggota maka kami memutuskan bahwa
setiap anggota mencari naskah yang berhubungan dengan ide yang dimiliki namun
tidak boleh keluar dari konteks tujuan yang sudah disepakati, kemudian
dipelajari dan dijelaskan isi dari naskah tersebut di pertemuan selanjutnya.
1. Pemilihan Tujuan Pementasan
Pemetasan adalah suatu hal yang
penting bagi kami, tapi dari proses-proses sebelumnya seringkali kami melakukan
suatu hal tanpa adanya tujuan yang jelas hanya menjalankan saja apa yang dipikirkan.
Tanpa tujuan yang jelas, tentu hal ini membuat kami kebingungan bagaimana
bentuk pentas yang akan disajikan dan terkesan apa adanya.
Tujuan dari pementasan ini merupakan
suatu hal penting untuk menyatukan pikiran dari semua tim sehingga terbentuklah
suatu pementasan yang jelas dan bagus.
Minggu, 29 Desember 2013
PERAYAAN MILAD TEATER TANGGA KE 19
Teater Tangga adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Yogyakata yang bergerak di bidang kesenian, khususnya teater.
Teater Tangga berdiri pada tanggal 27 Desember 1994 di kampus terpadu
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam mengarungi samudra berkesian ini
tentu sangat banyak rintangan yang dapat dikatakan tidaklah mudah untuk
dihadapi, namun dengan perjuangan yang keras sehingga tercapailah berbagai
kreatifitas-kreatifitas anggota Teater Tangga yang dapat dinikmati dan menjadi
bahan pelajaran bagi kalangan banyak.
Demi bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT
dengan pertepatan hari lahirnya UKM
Teater Tangga pada 27 Desember 2013, kami bermaksud mengadakan serangkaian
acara perayaan MILAD TEATER TANGGA ke-19.
Langganan:
Postingan (Atom)

